Selasa, 24 Juli 2012

Gangguan Tidur

Tidur bagi manusia adalah hal yang sangat penting, karena tidur mengendalikan irama kehidupan kita sehari-hari. Setiap manusia menghabiskan seperempat sampai sepertiga dari kehidupannya untuk tidur. Menurut penelitian, hampir setiap manusia pernah mengalami masalah tidur. Satu dari tiga orang dilaporkan mengalami gangguan tidur dan satu dari sembilan orang memiliki masalah tidur yang cukup serius.

Tidur tidak hanya menghilangkan keletihan. Tidur juga merupakan keadaan istirahat dari fungsi yang disadari meskipun fungsi yang tidak disadari yang sangat penting tetap berlangsung. Keadaan tidak aktif ini penting untuk mengurangi tenaga yang dibutuhkan otak dan untuk memberikan cukup istirahat pada otak bagian depan. Jika kita kurang tidur atau mengalami gangguan dalam tidur, maka hari-hari kita akan menjadi lambat dan kurang bergairah. Sebaliknya tidur yang cukup dan berkualitas akan membantu kita memiliki energi dan gairah dalam menjalani aktifitas sehari-hari. Kekurangan tidur jangka panjang dan pendek menyebabkan gangguan pada pikiran, bicara, daya ingat, konsentrasi, dan pertimbangan. Sifat lekas marah meningkat dan waktu untuk bereaksi menurun. Paranoia dan halusinasi pandangan, taktil dan pendengaran sering kali akibat dari kekurangan tidur jangka panjang. Adalah mudah untuk memperhitungkan dampak dari gejala ini pada produktivitas obyektif, mutu hidup subjektif, dan hubungan satu sama lain.

Insomnia (sulit tidur) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang bermakna. Biaya ekonomis, manusia dan sosial dari insomnia mempengaruhi penggunaan perawatan kesehatan, mutu hidup, hubungan dan produktivitas. Penelitian seorang ahli US, Rosekind memperkirakan bahwa meskipun 95% masyarakat AS kadang-kadang mengalami insomnia, hanya sepertiga hingga separu hariorang ini mencari pertolongan medis dan jarang melaporkan insomnia sebagai keluhan utama. Lebih jauh, rata-rata 14 tahun berlalu sebelum mereka datang untuk pengobatan.. Insomnia meningkat hingga 86% pada pengguna narkoba dan menjadi 100% pada orang dengan kerusakan kognitif. Dengan tidak dilaporkannya kesulitan tidur yang dialami pasien dokter hanya menemukan insomnia pada 33% dari catatan medis pasien tersebut.

Insomnia bukan suatu penyakit, tetapi merupakan suatu gejala yang memiliki berbagai penyebab. Berikut ini penyebab insomnia yang mencakup :
  • Faktor Psikologi 
  • Problem Psikiatri 
  • Sakit Fisik 
  • Faktor Lingkungan 
  • Gaya Hidup 

Orang yang pola tidurnya terganggu dapat mengalami irama tidur yang terbalik, mereka tertidur bukan pada waktunya tidur dan bangun pada saatnya tidur. Hal ini sering terjadi sebagai akibat dari:
  • Jet lag (terutama jika bepergian dari timur ke barat)
  • Bekerja pada malam hari
  • Sering berubah-ubah jam kerja
  • Penggunaan alkohol yang berlebihan
  • Efek samping obat (kadang-kadang)
  • Kerusakan pada otak (karena ensefalitis, stroke, penyakit Alzheimer).

Senin, 23 Juli 2012

Daya Ingat

Daya ingat adalah hasil dari perubahan kemampuan penjalaran sinaptik dari suatu neuron ke neuron berikutnya, sebagai akibat dari aktivitas neural sebelumnya. Perubahan ini lalu menghasilkan jalur-jalur (jaras) baru untuk membentuk penjalaran sinyal-sinyal saraf. Jaras yang baru terbentuk tersebut disebut sebagai jaras ingatan (memori track). Jaras-jaras yang terbentuk ini lalu menetap, dan menjadi penting untuk menimbulkan kembali ingatan yang telah tebentuk pada pengalaman sebelumnya baik positif maupun negatif.

Otak kita digenangi oleh beribu-ribu informasi yang kita terima sejak masih kecil, semuanya diterima oleh otak melalui informasi sensorik yang berasal dari seluruh panca indera. Jika pikiran kita diusahakan untuk mengingat semua informasi ini, maka kapasitas ingatan otak akan ”overloaded”. Namun, ternyata otak kita punya ”trik” untuk mengatasinya, ia akan mengutamakan suatu memori yang menyebabkan akibat yang penting bagi dirinya, seperti rasa nyeri atau rasa senang yang luar biasa. 

Klasifikasi Daya Ingat 
Otak manusia berbeda dengan komputer, meskipun analoginya memang mirip. Sama seperti komputer yang kita miliki, otak dipersenjatai dengan dua memori dasar : memori jangka pendek dan memori jangka panjang. Memori jangka pendek bisa dianalogikan dengan RAM (Random-Access Memory). Informasi yang diterima oleh panca indera, menunggu di memori kerja ini, semacam play group mental yang kemudian menguapkannya dengan segera. Informasi baru tersimpan setelah terjadi proses perubahan kimia dan listrik pada sel-sel saraf atau neuron. Memori jangka pendek memungkinkan kita untuk membuat hitungan sederhana di kepala atau mengingat nomor telepon cukup lama, meskipun begitu selesai menelepon kita mungkin sudah lupa nomor itu. Jadi, sama seperti RAM, ia juga bisa menganalisis dan menyimpan informasi tanpa membuat rekaman yang abadi. Sedangkan memori jangka panjang bertindak sebagai hard drive, secara fisik menyimpan pengalaman yang telah lewat di daerah otak yang disebut cerebral korteks (kulit luar otak).

Korteks merupakan rumah bagi belukar 100 miliar neuron yang tampilannya mirip tumbuhan merambat.Komunikasi antarsel terjadi melalui pancaran impuls-impuls kimia dan listrik. Setiap kita merasakan sesuatu - pandangan, suara, ide, simpuls unik dari sebagian sel-sel saraf tersebut langsung aktif. Kemudian sebagian ada yang tidak kembali ke bentuk asalnya karena mereka memperkuat koneksi satu dengan lainnya.

Bila suatu memori baru diperoleh, pengkodeannya bisa melibatkan ribuan neuron yang tersebar di seluruh korteks. Tapi jika informasi baru itu tidak digunakan, pola koneksi yang baru terbentuk itu akan segera pupus kembali. Sebaliknya, jika kita berulang-ulang mengingatnya lagi, pola koneksi itu akan semakin kokoh terbentuk dalam jaringan otak. Meski demikian, keputusan untuk menyimpan atau membuang informasi biasanya dilakukan tanpa sadar, karena berada di bawah kendali hippocampus, berdasarkan pada dua pertanyaan. Pertama, apakah informasi tersebut memiliki arti emosional bagi yang bersangkutan? Nama mantan pacar akan lebih tertanam dalam memori kita daripada nama seorang menteri tertentu dalam kabinet yang usianya hanya 2 bulan.

Adanya memori yang memberi kesan yang teramat sangat, akan memudahkan otak untuk terus mengingatnya. Selain kesan yang mendalam, adanya kegiatan mengulang atau intensitas kejadian yang berulang juga akan menambah daya ingat terhadap sesuatu itu. Oleh karena itulah, daya ingat otak dibagi menjadi ingatan jangka pendek dan ingatan jangka panjang.

  •  Daya Ingat Jangka Pendek
Ingatan yang berlangsung beberapa deik atau paling lama beberapa menit. Ingatan jangka pendek ini secara sederhana dapat diuji coba dengan mengingat 7 sampai 10 kejadian yang baru saja terjadi sepanjang hari itu, harus dalam beberapa detik sampai menit pada saat itu.

Para ahli memperkirakan bahwa ingatan jangka pendek ini disebabkan oleh potensial sinaps. Potensial sinaps dapat menguatkan penghantaran sinaptik. Hal ini merupakan hasil dari pengumpulan sejumlah besar ion kalsium memasuki ujung presinaps, maka sejumlah ion kalsium memasuki ujung presips itu sendiri melalui membran presinaps, yang meningkat bersama dengan setiap potensial aksi yang timbul. Ketika jumlah ion kalsium menjadi lebih banyak daripada yang dapat diabsorbsi oleh mitokondria dan retikulum endoplasma, maka kelebihan ion kalsium ini kemudian menyebabkan pelepasan substansi transmiter presinaps yang berlangsung lama pada sinaps.

  •  Daya ingat Jangka Panjang
Ingatan yang berlangsung beberapa hari sampai beberapa minggu, bulan, bahkan bertahun-tahun. Selain prosen potensial sinaps, juga terjadi perubahan fisik dan kimiawi yang bersifat permanen, baik pada ujung-ujung presinaps atau pada membran postsinaps. Perubahan biologi yang terjadi yaitu :
  1. Peningkatan jumlah tepat pelepasan vesikel yang menyekresikan substansi transmiter.
  2. Peningkatan jumlah vesikel-vesikel transmiter yang dilepaskan pada ujung-ujung neuron presinaps.
  3. Peningkatan jumlah ujung-ujung presinaps.

Pemindahan semua informasi dari ingatan jangka pendek menjadi ingatan jangka panjang membutuh proses tersebut diatas atau dikenal dengan istilah konsolidasi informasi. Itu baru secara bilogis yang terjadi dalam otak kita, tapi ternyata untuk mencetuskan rangkaian mekanisme di atas diperlukan pendaurulangan informasi yang selalu diulang-ulang. Berarti di sini terlihat adanya keterkaitan antara latihan berulang dengan perubahan biologi dalam otak. Hubungan ini dapat diibaratkan mencuci film fotografi. Citra/gambar yang semula terbentuk (ingatan jangka pendek) akan cepat menghilang, kecuali jika difiksasi/cuci secara kimiawi (konsolidasi) untuk menghasilkan citra/gambar yang lebih lama.

Setelah proses tersebut, kapasitas penyimpanan ingatan jangka panjang akan mengtklasifikasikan jenis ingatan jangka panjang, menjadi beberapa sub, contoh ingatan visual disimpan terpisah dengan ingatan auditorik. Dengan demikian, akan mempermudah pencarian simpanan ingatan disaat dibutuhkan untuk menggali kembali informasi yang ada.

Sabtu, 21 Juli 2012

Demensia

Proses penuaan otak yang merupakan bagian dari proses degenerasi menimbulkan berbagai gangguan neuropsikologis. Salah satu masalah kesehatan yang paling besar dalam kelompok lanjut usia adalah demensia.usia di atas 65 tahun mempunyai resiko tinggi untuk mengalami demensia dan hal ini tidak bergantung pada bangsa, suku, kebudayaan, dan status ekonomi.

Demensia merupakan kumpulan gejala klinik yang di sebabkan oleh berbagai latar belakang penyakit, ditandai oleh hilangnya memori jangka pendek dan gangguan global fungsi mental termasuk fungsi bahasa, mundurnya kemampuan berpikir abstrak, kesulitan merawat diri sendiri, perubahan prilaku emosi labil, dan hilangnya pengenalan waktu serta tempat tanpa adanya gangguan tingkat kesadaran atau situasi stres, sehingga menimbulkan gangguan dalam pekerjaan efektivitas harian dan sosial yang disebabkan oleh berbagai keadaan yang sebagian masih reversibel.

Definisi lain mengenai demensia adalah hilangnya fungsi kognisi secara multidimensional dan terus menerus dan disebabkan oleh kerusakan organik sistem saraf pusat, tidak disertai oleh penurunan kesadaran secara akut seperti halnya terjadi pada delirium.

Salah satu tipe demensia, yaitu demensia Alzheimer atau pikun. Frekuensi demensia ini menempati urutan tertinggi dibandingkan demensia jenis lainnya, yaitu 50%-55%, walaupun beberapa penelitian di Asia (Singapura, Jepang, dan India) menunjukan frekuensi demensia vaskuler lebih besar dibandingkan demensia Alzheimer.

Kemungkinan dari penyakit demensia ini dapat menyerang orang-orang dengan persentase umur yaitu 1% berumur 60-65 tahun, 6% berumur 70-75 tahun, dan 45% berumur 95 tahun.
Etiologi Demensia
Adanya defisit kognitif multipleks yang secara langsung, disebabkan oleh berbagai faktor etiologi (kombinasi penyakit stroke atau alzheimer). Demensia ditandai dengan adanya gangguan kognisi, fungsional, dan perilaku, sehingga menimbulkan gangguan pada pekerjaan, aktivitas harian, dan sosial. Demensia dapat progresif, statik, atau dapat pula mengalami remisi.

Klasifikasi Demensia 
Demensia dibedakan menjadi, demensia reversible dan ireversibel 

Penyebab demensia reversibel :
  • Drugs : Antidepresi, antiansietas, sedatif, antiaritmia, antihipertensi, antikonvulsan, obat-obat jantung termasuk digitalis, obat-obat antikolinergik.
  • Emosi/depresi : Depresi, shizofrenia, mania, psikosis
  • Metabolik/endokrin : Penyakit tiroid, hipoglikemi, hipernatremi dan hiponatremi, hiperkalsemia, gagal ginjal, gagal hati, penyakit Cushing, penyakit wilson.
  • Trauma : Trauma kranioserebal, hematon subdural akut dan kronis.
  • Tumor : Glioma, meningioma, tumor metastatis.
  • Infeksi : Meningitis dan ensefalitis bakterialis, meningitis dan ensefalitis Akibat jamur, meningitis akibat kriptokokus, meningitis dan Ensefalitis viral, abses otak, neurosifilis, AIDS.
  • Autoimun : Lupus eritematosus diseminata, multiple sklerosis. Dan di samping itu ada juga arterioseklerosis dan alkohol.
Untuk dementia yang irreversibel penyebabnya adalah
  • Penyakit degeneratif : Penyakit Alzhaimer, demensia Frontotemporal, penyakit Huntington, penyakit Parkinson, penyakit Lewy bodies, atrofi olivopontoserebelar, amiotropik lateral sklerosis/ demensia parkinsonism kompleks.
  • Penyakit vaskular : Infrak multipel, emboli serebral, arteritis, anoksia sekunder akibat henti jantung, gagal jantung atau keracunan karbon monoksida.
  • Trauma : Trauma kranioserebral berat
  • Infeksi : Sub akut spongiform ensefalopati (creutzfeldt-jacob disease), post ensefalitis, Leukoensefalopati multifokal progresif.
Gambaran Klinik Demensia
Gambaran utama demensia adalah munculnya defisit kognitif multipleks, termasuk gangguan memori, setidak-tidaknya satu di antara gangguan kognitif berikut ini: afasia, apraksia, agnosia, atau dalam hal fungsi eksekutif. Rincian gambaran klinik dementia adalah sebagai berikut :
  • Gangguan memori, dalam bentuk ketidakmampuan untuk belajar tentang hal-hal baru.
  • Afasia, dapat dalam bentuk kesulitan dalam menyebut nama orang atau benda.
  • Apraksia, ketidakmampuan untuk melakukan gerakan meskipun kemampuan motorik, fungsi sensorik, dan pengertian yang diperlukan tetap baik,
  • Agnosia, ketidakmampuan untuk mengenali atau mengidentifikasi benda meskipun fungsi sensoriknya utuh.
  • Tanda klinik dan kondisi medik secara umum, bergantung pada riwayat penyakit, letak dan tahap perjalanan proses patologik yang mendasarinya.

Selasa, 17 Juli 2012

Kelainan/Gangguan Kepribadian ( Introducing )


 Dalam kehidupan sehari-hari, kita mengenal beberapa orang yang bertindak dan berlaku secara lain dari orang lain, tidak bertanggung jawab bahkan bertindak secara agresif tanpa suatu perasaan apapun tanpa adanya tanda-tanda bahwa orang tersebut menderita sesuatu penyakit jiwa.
Merasa tidak percaya akan perubahan perilaku.  Tetapi kenyataannya perilaku dan kebiasaan kita, sudah termasuk yang di luar toleransi umum yang bisa dikategorikan normal, dan anehnya semakin parah seseorang menderita gangguan kepribadian, semakin tidak menyadari dan semakin menyanggah jika diingatkan oleh orang lain akan hal yang menimpanya.
Tentu saja banyak hal terjadi dengan masalah ini, sehingga berbagai benturan hidup keseharian dalam relasi dan interaksinya, menjadi masalah yang rumit dan akhirnya mengakibatkan depresi berat baik pada diri sendiri maupun pada orang dekat dalam lingkup kita. Agar kita mudah menyadari dan mengetahui, apakah kita atau keluarga dekat mengalami gangguan kepribadian ini, biasanya dalam ilmu jiwa gangguan kepribadian ini dibagi menjadi tiga kelompok besar dengan ciri khas penampilannya yaitu: 
  1. Kelompok A, terdiri dari gangguan kepribadian paranoid dan skizoid, di mana kelompok ini sering menampilkan gejala yang aneh dan eksentrik. Orang yang mempunyai gangguan pada kelompok A, biasanya cenderung memiliki permasalahan rumit dengan pekerjaannya dan kehidupan rumah tangganya. karena kelompok ini mudah curiga dan menyimpan dendam, sehingga merasa kesepian, kurang rasa humor dan tampak dingin.
  2. Kelompok B, terdiri dari gangguan kepribadian dissosial, emosional tak stabil dan histrionik. Di mana kelompok ini sering menampilkan gejala dramatik dan emosional tak menentu dan labil. Orang yang mempunyai gangguan pada kelompok B, biasanya cenderung mudah frustasi, dan sering melanggar hak orang lain, serta menyalahkan orang lain atas kejadian buruk yang menimpanya dan kesulitan belajar dari pengalaman hidupnya.
  3. Kelompok C, terdiri dari gangguan kepribadian anankastik, cemas dan dependen di mana kelompok ini sering menampilkan gejala cemas dan ketakutan berlebihan. orang yang mempunyai gangguan pada kelompok C, biasanya cenderung diliputi perasaan ragu-ragu dan sikap berhati-hati yang sangat berlebihan. Umumnya sangat teliti dan keasyikan dengan peraturan-peraturan dan pencapaian yang sempurna. Mereka cenderung memaksakan orang lain mengikuti peraturan yang kaku, dan tidak mentoleransi pelanggaran. Jika orang di sekelilingnya dianggap tidak mengikuti yang dia anut, maka mereka menjadi cepat depresi.
Selain kelainan/gangguan kepribadian yang sudah dikelompokkan diatas, masih ada gangguan khas lainnya, yaitu, kelainan kepribadian eksentrik, gangguan kepribadian pasif, agresif dan psikoneurotik. Pada umumnya orang yang terkena gangguan/gejala kelainan kepribadian akan berlangsung secara bertahap dan bertambah parah sejalan dengan situasi serta kondisi kepribadian orang-orang yang ada di lingkungan sekelilingnya. 
Umumnya seorang yang menderita gangguan kepribadian ini sangat jarang yang menyadarinya, kecil kemungkinan mereka secara pribadi mencari pengobatan untuk menolong dirinya, yang mulai kesulitan dalam masalah hubungan antarpribadi, masalah pekerjaan dan masalah kehidupan pribadinya seperti dalam lingkup keluarga atau pernikahannya. Sebagai contoh, penderita gangguan kepribadian paranoid, akan berusaha mencari pekerjaan yang melibatkan sesedikit mungkin kontak langsung dengan orang lain.