Dalam kehidupan sehari-hari, kita mengenal beberapa orang
yang bertindak dan berlaku secara lain dari orang lain, tidak bertanggung jawab
bahkan bertindak secara agresif tanpa suatu perasaan apapun tanpa adanya
tanda-tanda bahwa orang tersebut menderita sesuatu penyakit jiwa.
Merasa tidak percaya akan perubahan perilaku. Tetapi kenyataannya perilaku dan kebiasaan
kita, sudah termasuk yang di luar toleransi umum yang bisa dikategorikan
normal, dan anehnya semakin parah seseorang menderita gangguan kepribadian,
semakin tidak menyadari dan semakin menyanggah jika diingatkan oleh orang lain
akan hal yang menimpanya.
Tentu saja banyak hal terjadi dengan masalah ini, sehingga
berbagai benturan hidup keseharian dalam relasi dan interaksinya, menjadi
masalah yang rumit dan akhirnya mengakibatkan depresi berat baik pada diri
sendiri maupun pada orang dekat dalam lingkup kita. Agar kita mudah menyadari
dan mengetahui, apakah kita atau keluarga dekat mengalami gangguan kepribadian
ini, biasanya dalam ilmu jiwa gangguan kepribadian ini dibagi menjadi tiga
kelompok besar dengan ciri khas penampilannya yaitu:
- Kelompok A, terdiri dari gangguan kepribadian paranoid dan skizoid, di mana kelompok ini sering menampilkan gejala yang aneh dan eksentrik. Orang yang mempunyai gangguan pada kelompok A, biasanya cenderung memiliki permasalahan rumit dengan pekerjaannya dan kehidupan rumah tangganya. karena kelompok ini mudah curiga dan menyimpan dendam, sehingga merasa kesepian, kurang rasa humor dan tampak dingin.
- Kelompok B, terdiri dari gangguan kepribadian dissosial, emosional tak stabil dan histrionik. Di mana kelompok ini sering menampilkan gejala dramatik dan emosional tak menentu dan labil. Orang yang mempunyai gangguan pada kelompok B, biasanya cenderung mudah frustasi, dan sering melanggar hak orang lain, serta menyalahkan orang lain atas kejadian buruk yang menimpanya dan kesulitan belajar dari pengalaman hidupnya.
- Kelompok C, terdiri dari gangguan kepribadian anankastik, cemas dan dependen di mana kelompok ini sering menampilkan gejala cemas dan ketakutan berlebihan. orang yang mempunyai gangguan pada kelompok C, biasanya cenderung diliputi perasaan ragu-ragu dan sikap berhati-hati yang sangat berlebihan. Umumnya sangat teliti dan keasyikan dengan peraturan-peraturan dan pencapaian yang sempurna. Mereka cenderung memaksakan orang lain mengikuti peraturan yang kaku, dan tidak mentoleransi pelanggaran. Jika orang di sekelilingnya dianggap tidak mengikuti yang dia anut, maka mereka menjadi cepat depresi.
Selain
kelainan/gangguan kepribadian yang sudah dikelompokkan diatas, masih ada
gangguan khas lainnya, yaitu, kelainan kepribadian eksentrik, gangguan
kepribadian pasif, agresif dan psikoneurotik. Pada umumnya orang yang terkena
gangguan/gejala kelainan kepribadian akan berlangsung secara bertahap dan
bertambah parah sejalan dengan situasi serta kondisi kepribadian orang-orang
yang ada di lingkungan sekelilingnya.
Umumnya seorang yang
menderita gangguan kepribadian ini sangat jarang yang menyadarinya, kecil
kemungkinan mereka secara pribadi mencari pengobatan untuk menolong dirinya,
yang mulai kesulitan dalam masalah hubungan antarpribadi, masalah pekerjaan dan
masalah kehidupan pribadinya seperti dalam lingkup keluarga atau pernikahannya.
Sebagai contoh, penderita gangguan kepribadian paranoid, akan berusaha mencari
pekerjaan yang melibatkan sesedikit mungkin kontak langsung dengan orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar