Tidur tidak hanya menghilangkan keletihan. Tidur juga merupakan keadaan istirahat dari fungsi yang disadari meskipun fungsi yang tidak disadari yang sangat penting tetap berlangsung. Keadaan tidak aktif ini penting untuk mengurangi tenaga yang dibutuhkan otak dan untuk memberikan cukup istirahat pada otak bagian depan. Jika kita kurang tidur atau mengalami gangguan dalam tidur, maka hari-hari kita akan menjadi lambat dan kurang bergairah. Sebaliknya tidur yang cukup dan berkualitas akan membantu kita memiliki energi dan gairah dalam menjalani aktifitas sehari-hari. Kekurangan tidur jangka panjang dan pendek menyebabkan gangguan pada pikiran, bicara, daya ingat, konsentrasi, dan pertimbangan. Sifat lekas marah meningkat dan waktu untuk bereaksi menurun. Paranoia dan halusinasi pandangan, taktil dan pendengaran sering kali akibat dari kekurangan tidur jangka panjang. Adalah mudah untuk memperhitungkan dampak dari gejala ini pada produktivitas obyektif, mutu hidup subjektif, dan hubungan satu sama lain.
Insomnia (sulit tidur) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang bermakna. Biaya ekonomis, manusia dan sosial dari insomnia mempengaruhi penggunaan perawatan kesehatan, mutu hidup, hubungan dan produktivitas. Penelitian seorang ahli US, Rosekind memperkirakan bahwa meskipun 95% masyarakat AS kadang-kadang mengalami insomnia, hanya sepertiga hingga separu hariorang ini mencari pertolongan medis dan jarang melaporkan insomnia sebagai keluhan utama. Lebih jauh, rata-rata 14 tahun berlalu sebelum mereka datang untuk pengobatan.. Insomnia meningkat hingga 86% pada pengguna narkoba dan menjadi 100% pada orang dengan kerusakan kognitif. Dengan tidak dilaporkannya kesulitan tidur yang dialami pasien dokter hanya menemukan insomnia pada 33% dari catatan medis pasien tersebut.
Insomnia bukan suatu penyakit, tetapi merupakan suatu gejala yang memiliki berbagai penyebab. Berikut ini penyebab insomnia yang mencakup :
- Faktor Psikologi
- Problem Psikiatri
- Sakit Fisik
- Faktor Lingkungan
- Gaya Hidup
Orang yang pola tidurnya terganggu dapat mengalami irama tidur yang terbalik, mereka tertidur bukan pada waktunya tidur dan bangun pada saatnya tidur. Hal ini sering terjadi sebagai akibat dari:
- Jet lag (terutama jika bepergian dari timur ke barat)
- Bekerja pada malam hari
- Sering berubah-ubah jam kerja
- Penggunaan alkohol yang berlebihan
- Efek samping obat (kadang-kadang)
- Kerusakan pada otak (karena ensefalitis, stroke, penyakit Alzheimer).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar